Penamaan merek
Lihat juga: naming, pengembangan nama merek
Penamaan merek adalah proses terstruktur untuk menciptakan dan memilih nama bagi sebuah perusahaan, produk, atau layanan. Ia mencakup strategi, penghasilan kandidat, penyaringan bahasa dan budaya, serta validasi, dan berbeda dari brainstorming karena setiap kandidat dinilai terhadap kriteria tertulis sebelum ada keputusan.
Dalam praktiknya
Tim yang memulai dengan mendaftar nama favorit berakhir dengan berdebat soal selera. Tim yang memulai dengan menuliskan apa yang harus dicapai nama itu berakhir dengan berdebat soal bukti, dan itu perdebatan yang jauh lebih pendek. Kriteria datang lebih dulu: kategori yang dimasuki, audiens yang disapa, pasar yang harus dilewati, dan konvensi yang hendak diikuti atau sengaja dilanggar.
Nama biasanya disortir menurut seberapa langsung ia menggambarkan penawaran, dan praktik merek dagang memakai skala serupa: kata ciptaan seperti Kodak dan Xerox, kata arbitrer seperti Apple untuk komputer, nama sugestif seperti Coppertone, nama deskriptif seperti Holiday Inn, dan istilah generik di dasar. Makin ke atas, makin mudah nama itu dilindungi dan makin besar upaya mengajarkannya. Makin ke bawah, makin ia menjelaskan dirinya dan makin sulit dimiliki.
Dalam proyek, skala ini adalah pilihan yang dibuat di awal, bukan vonis di akhir. Kegagalan yang lazim adalah daftar panjang yang seluruhnya berada di satu pita, karena di sanalah nama-nama kategori itu berada, lalu tim jatuh cinta pada satu kandidat yang menjelaskan dirinya sebelum ada yang bertanya apakah ia bisa dimiliki. Menuliskan pita mana yang menjadi sumber nama, dan mengapa, mengubah percakapan itu menjadi keputusan.
Letaknya dalam proses
Studio memperlakukan ini sebagai bagian dari satu putaran, bukan sebagai layanan terpisah: kategorinya dibaca, arah kreatifnya dipilih dari apa yang ditemukan riset, kandidat dihasilkan dalam jumlah besar lalu dipangkas terhadap kriteria yang dituliskan lebih dulu. Lihat cara studio bekerja untuk hasilnya, atau modul penamaan untuk tahap-tahapnya sendiri.
Konsep terkait
- Brief penamaan: Apa yang termasuk dalam sebuah brief penamaan, dan mengapa pasar serta bahasanya harus disebut sebelum penghasilan dimulai.
- Konvensi penamaan: Setiap kategori punya pola yang dipatuhi nama-namanya.
- Daftar pendek: Yang memisahkan daftar pendek dari daftar panjang: bukan panjangnya, melainkan bukti yang menempel pada setiap yang bertahan.
Bacaan lanjutan
- Apa itu strategi merek? Mengapa dimulai dari nama: Strategi merek menentukan untuk siapa merek dibuat dan apa pembedanya. Mengapa nama datang lebih dulu, dan bagaimana desain serta nada bicara membuatnya dikenali.
- Membuat nama bisnis lebih dari sekadar nama: Nama bisnis harus lolos pemeriksaan budaya, bahasa, dan persaingan sebelum selera ikut memilih. Apa saja pemeriksaannya dan apa yang disingkirkan masing-masing.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu penamaan merek (brand naming)?
Penamaan merek adalah proses terstruktur untuk menciptakan dan memilih nama bagi perusahaan, produk, atau layanan. Ia mencakup strategi, penghasilan kandidat, penyaringan bahasa dan budaya, serta validasi, dan menilai setiap kandidat terhadap kriteria yang ditulis lebih dulu.
Bagaimana tahapan proses penamaan merek?
Prosesnya berjalan bertahap: brief berisi audiens, kategori, dan pasar, pembacaan medan pesaing, penghasilan banyak kandidat, penyaringan bahasa, budaya, dan ketersediaan, lalu keputusan terhadap kriteria tertulis. Melewati tahap awal membuat tahap akhir penuh perdebatan.
Bagaimana cara membuat nama merek?
Tuliskan dulu apa yang harus dicapai nama itu sebelum ada yang mengusulkan: kategori, audiens, pasar, dan konvensi yang diikuti atau dilanggar. Hasilkan banyak kandidat, pangkas menurut kriteria itu, dan simpan bukti tiap yang lolos agar keputusan bisa dijelaskan nanti.
Apa ciri nama merek yang bagus?
Nama yang bagus cocok dengan pemosisian, mudah diucapkan dan dieja di pasar tempat ia dipakai, bisa dibedakan dari pesaing, dan bisa dilindungi. Seberapa banyak ia menjelaskan sendiri adalah pilihan, dan tiap pilihan punya biayanya.
Sumber
- [1]Trademark distinctiveness— Wikipedia
- [2]Trademark distinctiveness: workshop slides— WIPO

